Sengsara Yang Membawa Nikmat Sesaat

 Artikel, Hype

Tindakan Aborsi tujuan akhir dari sengsara yang membawa nikmat sesaat

 judionline, jitupoker, klikbca303, poker, online, allin, bandartaruhan, bandaronline, artikel, berita, hype, uang, dominoqq, ceme, norobot, terpercaya

Ilustrasi aborsi_klikbca303

Klikbca303.com | Raut penyesalan masih terlihat jelas di wajah wanita berusia 30 tahun itu. Air matanya tak tahan untuk keluar, buru-buru telapak tangannya menyeka kelopak mata. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, penyesalan memang selalu datang belakangan. Darah dagingnya dari hubungan tanpa ikatan, dia gugurkan di salah satu klinik di daerah Cikini, Jakarta Pusat.

“Saya pacaran sudah tiga tahun. Kita sering dulu sering berhubungan seks,” ujar Wati mengawali perbincangan dengan merdeka.com, Minggu malam pekan kemarin. Dia pun meneteskan air mata menceritakan proses aborsi anak dalam kandungannya. Tetapi lagi-lagi dia mencoba membuat kondisinya nyaman, tangan kanannya buru-buru menyeka air di kelopak matanya.

Kisah itu bermula sembilan tahun lalu. Wati, waktu itu masih duduk di bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Perkenalan dengan seorang pria mengantarkannya terjebak dalam gula-gula cinta. Dia kepincut rayuan lelaki menjadi tambatan hatinya. Kegadisannya direnggut. Bukan malah kapok, hampir setiap hari dan waktu, Wati selalu berhubungan intim.

Awalnya memang tak pernah kebobolan. Hingga suatu waktu, benih cinta haram mereka hidup dalam perut Wati. Bak di sambar petir siang bolong, Wati pucat pasi. Wajahnya tak henti-henti memandangi jabang bayi dalam perutnya yang semakin membesar. “Aku hamil,” begitu Wati memberitahu kekasihnya melalui alat tes kehamilan dia bawa.

Sayang, pacarnya bernama Bayu itu malah tidak bertanggung jawab. Wati disarankan untuk menggugurkan jabang bayi dalam perutnya. “Karena kami berdua juga masih kuliah. Kami belum siap,” kata Wati

Berbagai cara di cari oleh Wati dan pacarnya. Mulai dari membeli obat peluntur, menenggak bir hitam hingga makan nanas muda dia coba. Namun, cara itu tak ampuh. Jabang bayi dalam kandungan wati terus tumbuh. Maklum, saat itu usia kandungan Wati sudah masuk bulan ketiga.

“Sampai saya nangis-nangis menahan perih tetapi enggak bisa gugur juga,” ujar Wati.

Hingga akhirnya cara terakhir dilakukan Wati. Dia mendatangi salah satu klinik aborsi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Biayanya Rp 1,5 juta untuk mengeluarkan jabang bayi dalam kandungannya. Setelah bertanya-tanya dengan calo, Wati diantarkan bertemu dengan salah satu dokter. Kepada Wati, dokter itu menyanggupi mengeluarkan jabang bayi dalam perutnya.

Hingga akhirnya proses aborsi itu dilakukan. Ketika sampai di klinik, Wati diberi obat perangsang untuk menggugurkan kandungan. Obat itu langsung bereaksi, perutnya serasa diperas dan menahan sakit luar biasa. Ketika hendak aborsi, dokter menangani dia menyuntikkan obat bius. Wati langsung tidak sadarkan diri.

Ketika sadar, jabang bayi dalam perutnya sudah keluar. Seingat Wati, proses aborsi itu berlangsung sekitar empat jam. “Saya tidak ingat apa-apa. Seperti ada alat dan menyedot,” tutur Wati. Sejak kejadian itu, Wati mengalami trauma berat. Perasaan berdosa menghantui dia setiap kali mengingat proses aborsi itu.

Kini Wati telah menikah dengan seorang lelaki usianya lebih tua selama tujuh tahun. Perbuatannya dulu saat ini berimbas pada dirinya. Pernikahannya yang sudah masuk tahun ke empat, belum juga dikaruniai anak. Kadang Wati selalu menangis seorang diri di dalam kamar mengingat perbuatan dulu dia lakukan. Apalagi, pacarnya dulu justru meninggalkan Wati setelah mereka berdua lulus kuliah.

“Biar ini jadi rahasia saya. Mungkin saja dengan begini, Tuhan bisa mengampuni dosa saya,” ujar Wati.

JUDI TEXAS POKER HOLDEM ONLINE DOMINOQQ UANG ASLI TERPERCAYA DAN TERBESAR INDONESIA – JITUPOKER
Sebagai situs terpercaya Indonesia dalam kategori:
1. Judi online terpercaya
2. Agen poker terpercaya
3. Poker online terpercaya

Related Posts